Tuesday 13 April 2021

Sosialisasi 4 Pilar, Rachmat : Lombok Dibangun Berdasarkan Pancasila

Anggota MPR RI Fraksi PDI Perjuangan dari  dapil NTB 2, Pulau Lombok, H Rachmat Hidayat, SH menggelar Sosialisasi Empat Pilar MPR RI. Dengan tema ‘Membangunan Politik Dalam Perspektif Pancasila’, Wakil rakyat ini mengajak komponen masyarakat, kaum milenial   untuk kritis dan membantu menyukseskan program-program pemerintah daerah setempat.

Kegiatan ini diikuti oleh ratusan kader Banteng Muda Indonesia, Taruna Merah Putih dari seluruh kabupaten/kota di Pulau Lombok yang dilaksanakan di Aula gedung PDI Perjuangan jalan Lingkar Selatan Kota Mataram. Rabu, 19 Agustus 2020.  Hadir dua narasumber dalam kegiatan tersebut, yakni H Rachmat Hidayat SH (Anggota DPR/ MPR RI), dan H R Nuna Abriadi (Ketua Banteng Muda Indonesia NTB).

Menurut Rachmat, Lombok  sudah dikenal sebagai daerah yang penuh inovasi dan program pembangunan di berbagai sektor. Bahkan inovasi itu langsung menyentuh masyarakat. Salah satunya adalah sektor pariwisata. Destinasi wisata dan pasar kuliner dibangun untuk memberikan income bagi masyarakat kecil. Hal ini menurutnya, menjadi pengamalan idiologi Pancasila yang diterapkan dalam pembangunan di Pulau Lombok.

“Diakui memang keberhasilan Lombok di sektor pariwisata bisa mendongkrak perekonomian masyarakat. Untuk itu kita patut apresiasi. Sebagai generasi milenial kita harap ada support kepada pemerintah untuk mempertahankan hal tersebut,” ujarnya kepada wartawan, Senin (10/2/2020).

Meski berhasil di beberapa sektor, kata Sonny, pihaknya juga mengajak generasi milenial untuk mengkritisi pula kebijakan-kebijakan pemerintah yang sampai saat ini belum menyentuh rakyat.

Rachmat mengajak aktivis BMI, Taruna Merah Putih  Lombok untuk berpartisipasi aktif dan kritis terhadap fenomena pembangunan yang ada di Kabupaten dan kota di Lombok, dengan tetap berlandaskan pada ideologi Pancasila.”Sebagai generasi yang peduli terhadap perkembangan dan pembangunan di Lombok, silahkan teman-teman menelaah dan mengkritisi persoalan-persoalan yang ada di Lombok. BMI, Taruna Merah Putih Lombok adalah kader-kader yang kaya akan potensi, dan hadir sebagai insan yang siap bergerak, membaur di masyarakat,” tambahnya.

Sosialisasi Empat Pilar MPR RI ini, kata Rachmat Hidayat, dalam rangka memperkuat ideologi kebangsaan kita sebagai Generasi Nasionalis yang berkomitmen untuk mendukung tegaknya NKRI yang berideologikan Pancasila.

“Ketika kita BMI maupun Taruna Merah Putih, maka kita adalah saudara yang se-ideologi, yang memiliki visi misi yang sama dalam membangun Indonesia. Kegiatan semacam ini adalah forum untuk berdiskusi tentang bagaimana upaya kita dalam membangun Indonesia, dan Pulau Lombok (lebih khususnya),” pungkasnya.

Sementara itu, Nuna Abriadi menyampaikan paparan materi kebangsaan kepada peserta. Nuna, begitu sapaan akrabnya, mengawali paparannya dengan menarik sejarah lahirnya Pancasila seperti yang diceritakan dalam sebuah buku karya Cindy Adams.

Terdapat titik temu antara Pancasila dan Marhaenisme, yakni menciptakan masyarakat yang sosialis. Namun perlu dipahami juga mengenai perbedaan Pancasila dan Marhaenisme. Pancasila adalah ideologi untuk membangun negara, sedangkan Marhaenisme adalah ideologi perlawanan (dalam konotasi positif).  Pidato Bung Karno 1 Juni 1945 berisikan gagasan mengenai sila-sila Pancasila. Gotong royong yang dimaksudkan Bung Karno adalah gotong royong yang memadukan dan menyatukan seluruh kekuatan yang dimiliki bangsa Indonesia untuk mewujudkan Marhaenisme, atau yang dipahami sebagai Sosialisme Indonesia dalam praktek,” ujarnya.

Untuk memperkaya wawasan kita sebagai generasi nasionalis, dapat kita pelajari secara lebih luas dan mendalam tentang Pancasila, UUD NRI 1945, NKRI, Bhinneka Tunggal Ika sebagai Empat Pilar bangsa Indonesia, melalui berbagai literasi yang tersaji, serta melalui forum-forum diskusi kebangsaan seperti kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI yang terselenggara hari ini.

Kegiatan yang berlanjut dengan sesi diskusi kebangsaan siang ini mampu menggugah semangat kebangsaan generasi nasionalis di Lombok. Peserta antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.

About Hakam

Leave a Reply