Tuesday 13 April 2021
Peserta Sosialisasi

Sosialisasi 4 Pilar, Perkokoh Kebangsaan

Anggota Komisi VIII DPR RI Dapil NTB 2 H Rachat Hidayat, SH melaksanakan kegiatan sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Praya Lombok Tengah pada Senin 24/08/2020. Mengawali acara sosialisasi, H Rachmat menjelaskan keanggotaan MPR yang terdiri atas anggota DPR dan anggota DPD yang dipilih melalui pemilihan umum. Dan salah satu tugas sebagai anggota MPR RI adalah  mensosialisasikan dan memasyarakatkan Empat Pilar kebangsaan.

Anggota MPR dari Fraksi PDI Perjuangan  ini menjelaskan pentingnya 4 pilar ini agar bangsa Indonesia semakin kokoh dari upaya-upaya yang melemahkan kehidupan berbangsa.

H Rachmat menjelaskan empat pilar kebangsaan itu adalah Pancasila, Undang-undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Bhineka Tunggal Ika. Empat pilar itu harus dijaga dan dipelihara oleh seluruh rakyat Indonesia.

“Kalau semua rakyat  memahami dan memegang teguh nilai-nilai yang terkandung dalam empat pilar ini, akan menjadi kekuatan kita sebagai bangsa untuk menghadapi berbagai tantangan internal dan eksternal bangsa Indonesia ” tandasnya.

Bukti nyata sebagai implmentasi 4 pilar ini yang bisa dirasakan oleh rakyat Lombok tengah adalah pembangunan Kawasan Mandalika. salah satunya adalah pembangunan sirkuit yang bertaraf internasional. Bahwa pembangunan harus dirasakan oleh seluruh rakyat Indonesia tidak terfokus ke salah satu daerah semata.

Di jelaskan pula bahwa Pancasila sebagai dasar dan ideologi Negara, semestinya dilaksanakan dalam kehidupan pribadi, berkeluarga, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Tanpa implementasi yang nyata dalam kehidupan bermasyarakat maka makna Pancasila akan kehilangan rohnya.

Pilar kedua adalah Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 sebagai Konstitusi Negara. Pembukaan UUD 1945 menegaskan bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang pandai bersyukur.

Dengan menggunakan kalimat “Atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa dan dengan didorongkan oleh keinginan luhur, supaya berkehidupan kebangsaan yang bebas, maka rakyat Indonesia menyatakan dengan ini kemerdekaannya” menunjukkan bahwa kemerdekaan bangsa Indonesia bukan hadiah dari bangsa manapun. Namun kemerdekaan Indonesia merupakan hasil perjuangan para pendahulu bangsa dengan rahmat Allah Yang Maha Kuasa.

Pilar ketiga menjelaskan bentuk negara yaitu Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang berbentuk Republik. Pilihan bentuk negara merupakan komitmen bersama para pendiri bangsa sejak awal berdirinya negara Indonesia. NKRI juga dipandang menjadi bentuk negara yang paling tepat untuk mewadahi ide persatuan bangsa yang majemuk ditinjau dari berbagai latar belakang. Negara Kesatuan yang hanya memiliki satu kepala pemerintahan yang mengatur seluruh kepala daerah yang berada dibawah koordinasinya.

Pilar keempat yaitu Bhinneka Tunggal Ika menjadi Semboyan Negara Republik Indonesia. Berbeda-beda tetapi satu jua, dinilai relevan dengan keperluan strategis Bangsa Indonesia. Walaupun Indonesia terdiri dari banyak suku, agama, ras, budaya, adat, dan bahasa, namun tetap satu kesatuan sebangsa dan setanah air.

 

 

About Hakam

Leave a Reply